Tag Cloud

WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.

Pembuatan Website Untuk Small Retailer

Pada tulisan sebelumnya udah dijelaskan bahwa yang namanya e-commerce berguna buat segala keperluan, nah bagaimana untuk sebuah pengecer(retailer) kecil, apakah sbuah retailer kecil juga perlu menerapkan e-commerce? Apakah kesannya terlalu berlebihan. kok Cuma pengecer aja pake buat website segala sih, buang-buang biaya n tenaga aja. Berkembangnya e-commerce udah memunculkan banyak peluang termasuk buat pengecer kecil, berikut hal-hal yang harus dipertimbangkan dari sisi manajemen:

  1. Pasar ada dimana-mana. Tekadang hal ini kurang disadari bagi para pengecer kecil karena biasa menganggap market mereka adalah apa yang ada disekitar mereka. Dengan mengadopsi e-commerce berarti memperluas pasar mereka baik secara geografis maupun segmen pasar.
  2. Kompetisi. Pengembangan Website yang baik untuk meningkatkan daya saing dengan kompetitor yaitu dengan memberi layanan e-commerce yang lebih baik akan memberikan kemudahan bagi para pelanggan untuk memilih berbelanja ditempat kita.
  3. Perubahan gaya hidup. Banyak orang lebih memilih berbelanja secara online Karena keterbatasan waktu.

Nah klo udah diputuskan untuk membuat website berikut ini adalah langkah2 teknisnya.

  1. Menetapkan Tujuan. Sebelum membangun website sebaiknya tetapkan dulu tujuan website yang ingin dibangun. Dengan menentukan tujuan maka dalam pembuatannya kita bisa fokus dalam menentukan isi dan bagaimana nantinya website tersebut didevelop apakah dikembangkan sendiri atau dikerjakan pihak lain dst.
  2. Menetapkan Analisa kebutuhan pembuatan website. Setelah tujuan diketahui lalu dilakukan analisa kebutuhan dalam pembuatan website yang sesuai dengan tujuan. yaitu seperti menentukan besarnya hosting, nama domain, bandwidth traffic, teknologi yang sesuai untuk digunakan, budgeting dll. Semua hal diatas harus dipilih sesuai dengan maksud dari dibuatnya website misal untuk website yang isinya transaksi sederhana bisa memanfaatkan tools-tools yang sudah ada yaitu Content Management System (Joomla, Drupal, Mambo) agar biayanya lebih murah, atau bila skala website kecil bisa dipilih hosting dan domain gratis dst.
  3. Design. Tahap berikutnya adalah membuat rancangan website yang ingin dibangun sebagai acuan pada tahap selanjutnya meliputi struktur menu, konten, dan juga perancangan transaksi bila terdapat proses transaksi melalui website.
  4. Development. Tahap ini merupakan tahap realisasi tahapan-tahapan sebelumnya berupa menyusun kode dan atau konfigurasi tools bila digunakan.
  5. Testing. Testing berguna untuk memastikan semua layanan website sesuai dan bisa digunakan dengan baik bila ada kekurangan maka tahapan kembali ke development untuk perbaikan dan kemudian di tes kembali.
  6. Implementasi. Setelah dipastikan bahwa Website telah siap maka kemudian diluncurkan untuk dapat diakses oleh umum dengan menempakan website tersebut dalam web hosting dan mengarahkan ke domain yang sudah disiapkan sebelumnya.
  7. Tahapan Operasional & Perawatan. Setelah website diluncurkan maka dilakukan tahapan operasional untuk memaintain / update isi dari website dan melayani transaksi bila ada. Sedangkan perawatan disini beguna agar website berjalan sesuai dengan performance yang diinginkan dan perbaikan bila ditemukan kesalahan-kesalahan didalamnya.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>